Geometri Analitik Dalam Pembuatan Film Animasi 3D

Geometri Analitik Dalam Pembuatan Film Animasi 3D

   Halo teman-teman..kembali lagi...

        Dalam postingan sebelumnya, saya sudah menjelaskan tentang sejarah Geometri Analitik. Nah slanjutnya disini saya akan memberi contoh pengaplikasian Geometri Analitik dalam kehidupan sehari-hari. Geometri merupakan salah satu cabang matematika yang mempelajari tentang bentuk, ruang, komposisi beserta sifat-sifatnya, ukuran-ukurannya dan hubungan antara yang satu dengan yang lainnya. 

          Banyak sekali penerapan ilmu geometri analitik dalam kehidupan kita. Geometri analitik digunakan oleh para ilmuwan untuk menyelesaikan masalah kriptografi yaitu untuk menuliskan pesan dalam kode rahasia. Ilmuwan biologi menggunakan geometri analitik dalam bidang spektroskopi. Di bidang geografi, geometri digunakan untuk membuat peta, pengidentifikasian latitude dan longitude, serta pengembangan global positioning system (GPS). Para ahli di bidang teknik sipil menggunakan geometri analitik untuk menggambarkan bangunan atau jembatan serta melakukan perhitungan berkaitan dengan bobot yang dapat ditanggung bangunan atau jembatan tersebut. 

          Sedangkan dalam dunia pemograman komputer, geometri analitik digunakan untuk mengembangkan perangkat mouse, permainan video, animasi dan pengolahan citra digital. Saya beri contoh disini dalam pembuatan film animasi 3D yang judulnya Monster Inc. Teman-teman semua pasti tau film ini kan ?? jika belum tau teman-teman bisa cek di https://id.wikipedia.org/wiki/Monsters,_Inc. 

          Gambar di bawah ini memperlihatkan proses manipulasi bentuk geometri pada pembuatan film animasi Monster Inc yang dilakukan dengan bantuan perangkat lunak.  



Baca selengkapnya »
SEJARAH GEOMETRI ANALITIK

SEJARAH GEOMETRI ANALITIK

Sejarah Geometri Analitik

Geometri (Greek; geo= bumi, metria= ukuran) adalah sebagian dari matematika yang mengambil persoalan mengenai ukuran, bentuk, dan kedudukan serta sifat ruang. Geometri adalah salah satu dari ilmu yang tertua. Awal mulanya sebuah badan pengetahuan praktikal yang mengambil berat dengan jarak, luas dan volume, tetapi pada abad ke-3 geometri mengalami kemajuan yaitu tentang bentuk aksiometik oleh Euclid, yang hasilnya berpengaruh untuk beberapa abad berikutnya. 
Geometri merupakan salah satu cabang dalam ilmu matematika. Ilmu Geometri secara harfiah berarti pengukuran tentang bumi, yakni ilmu yang mempelajari hubungan di dalam ruang. Sejatinya, ilmu geometri sudah dipelajari peradaban  Mesir Kuno, masyarakat Lembah Sungai Indus dan Babilonia. Peradaban-peradaban kuno ini diketahui memiliki keahlian dalam drainase rawa, irigasi, pengendalian banjir dan pendirian bangunan-bagunan besar. Kebanyakan geometri Mesir kuno dan Babilonia terbatas hanya pada perhitungan panjang segmen-segmen garis, luas, dan volume.
Geometri Analitik, juga disebut geometri koordinat dan dahulu disebut geometri Kartesius, adalah pembahasan geometri menggunakan prinsip-prinsip aljabar menggunakan bilanagn rill. Biasanya, sistem koordinat kartesius diterapkan untuk menyelesaikan persamaan bidang, garis, garis lurus, dan persegi, yang sering dalam pengukuran 2 atau 3 dimensi. Seperti yang diajarkan di buku pelajaran sekolah, geometri analitis dapat dijelaskan dengan sederhana: terfokus pada pendefinisian bentuk bangun dalam bilangan dan menjadikan sebagai sebuah hasil perhitungan. Hasil perhitungan dapat diasumsikan sebagai sebuah vektor atau bangun. Bagaimanapun juga beberapa output numerik juga membentuk vektor. Ada anggapan bahwa lahirnya geometri analitis adalah permulaan matematika modern.
Geometri Analitik merupakan kombinasi antara aljabar dan geometri. Dengan membuat korespondensi antara persamaan matematika secara aljabar dengan tempat kedudukan secara geometrik diperoleh suatu metoda pemecahan masalah geometri yang lebih sistematik dan lebih tegas. Masalah-masalah geometri akan diselesaikan secara aljabar (atau secara analitik). Sebaliknya gambar geometri sering memberikan pemahaman yang lebih jelas pada pengertian hasil secara aljabar. Dalam hal ini juga memungkinkan menyelesaikan masalah aljabar secara geometri, tetapi model bentuk geometri jauh lebih penting daripada sekedar penyelesaian, khususnya jika bilangan dikaitkan dengan konsep pokok geometri.
Sebagai contoh, panjang suatu segmen garis atau sudut antara dua garis. Jika garis dan titik secara geometrik diketahui, maka bilangan yang menyatakan panjang atau besar sudut antara dua garis pada hakekatnya hanyalah nilai pendekatan dari suatu pengukuran. Tetapi metoda aljabar memandang bilangan itu sebagai perhitungan yang eksak (bukan pendekatan).  
Geometri Analitis (Analytic Geometry) adalah penyederhanaan dari permasalahan dalam pelajaran geometri yang diselesaikan dengan bantuan al jabar. Di sini banyak di bicarakan masalah-masalah geometri secara sederhana, sehingga mempermudah kita untuk mempelajarinya. Dengan memakai geometri analitik pula kita membahas berbagai kemungkinan dari penafsiran geometri, dengan mempergunakan persamaan-persamaan al jabar.
Rene Descartes seorang ahli matematika yang hidup di tahun 1596 sampai dengan tahun 1650, adalah orang yang pertama kali membuat pendahuluan teori al jabar dalam pelajaran geometri. Beliau memperkenalkan metoda barunya secara terus menerus, sehingga lahirlah buku yang berjudul “La Geometrie” yang ditulis pada tahun 1637. Geometri analitik ini kadang-kadang disebut juga geometri cartesian, hal ini untuk mengingatkan kita dan sekaligus sebagai penghormatan kepada beliau sebagai orang pertama yang memperkenalkan konsep geometri analitik.
           Geometri analitik pada dasarnya terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu Geometri Analitik Bidang dan Geometri Analitik Ruang. Kedua bagian ini satu sama lainnya saling berhubungan erat tidak bisa dipisah-pisahkan. 

Baca selengkapnya »
Cara Membuat Bangun 3D (3 Dimensi) Menggunakan Geogebra

Cara Membuat Bangun 3D (3 Dimensi) Menggunakan Geogebra

Saya disini akan membuat bangun 3D menggunakan Geogebra dengan titik A(2,3,5). Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu :

Membuat titik di masing-masing sumbu dengan mengganti nilai 2 sumbu lain (y dan z) menjadi 0. Sehingga diperoleh

·         A1 = (2,0,0)

·         A2 = (0,3,0)

·         A3 = (0,0,5)




      Selanjutnya kita harus menentukan titik pertemuan dari 2 sumbu berbeda, sehingga kita mendapatkan 3 titik lagi yaitu :

·         A4 = (2,3,0)

·         A5 = (2,0,5)

·         A6 = (0,3,5)



      Dan langkah terakhir yaitu dengan menentukan titik pertemuan dari ketiga titik A4, A5, dan A6. Dengan ini, kita akan mendapatkan titik A(2,3,5) pada bidang kartesius.




Baca selengkapnya »